Blogs

Alfian Anditya
diorama perang dunia 2
Posted June 8, 2011 by Alfian Anditya
Buat temen2 pecinta model kit, saya masih dibilang amatir. Saya baru bisa buat mig 27, sea harrier, panzer. sama helicopter tipe ah 64a apache. Saya mao belajar bikin diorama perang dunia2 terutama stalingrad, cuma saya butuh saran dari temen2 soalnya saya belom tau bahan sama cara bikinnya. Saya butuh saran dari temen2 semua. Thanks
plasticjunkie
alclad topcoat?
Posted April 23, 2011 by plasticjunkie
halo, mau share percobaan terakhir dengan cat alclad nih.saran,pendapat,dan masukan rekan2 modeller sangat diharapkan, dan maaf apabila ternyata trik berikut adalah trik lama.
sambil menunggu topcoat alclad beredar disini, dan setelah berbincang dengan orang dari industri cat dan krom, akhirnya saya bereksperimen dan mendapatkan hasil:






berikut urutan pengecatannya:
1.primer
2.gloss black base alclad2 diairbrush
3.alclad2 polished aluminium ALC105 diairbrush
4.acrylic satin varnish permanent merk Vallejo(dapat di Pnp)di airbrush
5.clear finish POLYURETHANE (PU) merk ACE (beli di ace hardware)harus di KUAS.



foto berikut menunjukkan pada bagian kiri foto, setelah ditimpa cat PU clear, sedangkan bagian kanan sebelum cat PU tetapi sudah di airbrush Vallejo acrylic satin varnish


kelemahan dari trik ini, yang sampai sekarang saya masih belum tahu penyebabnya adalah terjadinya cat yang retak2 begitu dikuas:


Okay, sedikit tambahan:
setiap langkah pengecatan disertai waktu pengeringan 24 jam ata sampai benar2 kering.
pada langkah ke empat, pada saat airbrush acrylic satin vallejo, kilau dari alclad akan menjadi buram sedikit, tetapi tidak masalah, karena pada langkah berikut(langkah ke lima) begitu clear PU di kuas, kilaunya akan kembali.sedangkan pengaplikasian PU clear dengan airbrush tidak akan mengembalikan kilaunya. apabila kurang rata karena pengaplikasian dengan kuas, saran saya, setelah kering diamplas lagi, dan di compound untuk rata maksimal.

Pada bagian alclad yang retak setelah dikuas PU clear kemungkinan penyebabnya adalah Acrylic varnish vallejo yang kurang tebal.

Setelah cat PU kering, saya mengaplikasikan decal seperti biasa, air dan Mr.mark softer. TIDAK terjadi silvering, karena alcladnya sudah terlindungi PU clear. dan setelah proses ini tinggal dilanjutkan finishing seperti biasa, Future, kemudian gloss clear.

However, trik ini baru percobaan pertama, sangat disarankan, apabila berminat,dicoba di scrap plastic dulu.
plasticjunkie
1/24 fj40 WIP
Posted January 18, 2011 by plasticjunkie
Halo,
project scratchbuid ke 2 saya tapi masih WIP,
sesuai judul, fj40 skala 24
bahan Evergreen styrene,Tamiya plastic beam, Tamiya Pla plate.

dimulai dari chassis,bentuk mengikuti gambar mirip blueprint-nya, dan foto2 asli,





bodi


bagian yg membulat menggunakan epoxy putty


firewall



firewall dipasang



memulai bagian roof dan kikir bagian yg membulat


sementara progress baru sampai disini,akan diupdate terus

sedikit progress
kepala silinder dan valve cover mesin 2f



Momo
Hasegawa 1/48 F-22 Raptor
Posted August 9, 2010 by Momo
Hello Friends...

Mau share dikit tentang Hasegawa F-22 Raptor, work in progress. Kata Webmaster, lebih baik dibuat blog, daripada di Forum Smile

Dalam box terdapat 10 set ranting, termasuk 2 pasang clear sprues dan satu ranting polycaps.

Total parts ada 368 pcs. Mainly printilan untuk internal weapons bay, ada tiga bay, belly, right and left weapons bay.



Dimulai dengan menggunting bagian-bagian dari sprue-nya dan dipersiapkan untuk dilem.


Next, sepasang AIM-9X Super Sidewinder, dan sirip-siripnya yang kecil-kecil...


Berikutnya, 3 pasang AIM-120C AMRAAM, dengan sirip-siripnya yang buanyaaaknya minta ampun :p


Cockpit tub, dan kursi lontar (minus harness, karena memang tidak dicetak, kecuali Anda membeli etched parts yang dijual terpisah)
2,5 liter Future, 25 liter thinner, 6 botol lem plastik, 4 tube alteco, 19 kuas, 36 botol cat, 82 pasang sarung tangan lateks, 8 boks tissue, 24 lembar amplas berbagai macam ukuran, 300 meter masking tape, 12 spray paint, 72 mata cutter, 108 liter bir, melewatkan malam-malam di Museum, termasuk cucuran keringat dan tetesan darah, serta jelas berkali kali lupa makan....
Itu semuanya masih belum cukup untuk menggambarkan kegairahan kami yang pada akhirnya dapat mempersembahkan :

Indonesian Air Force Aviation : 1945 – today
Sebuah pameran permanen di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta




Cita-cita untuk dapat memberikan sedikit kontribusi bagi negara Republik Indonesia tercinta ini sebenarnya telah menyeruak lama di benak kami. Namun kami bukanlah siapa-siapa. Kami hanyalah sekumpulan “tukang rakit miniatur dari plastik” yang tergabung dalam ISMS (Indonesian Scale-Model Society). Kegemaran kami tersebut telah menghantarkan pada gagasan untuk memvisualkan perjalanan panjang Angkatan Udara Republik Indonesia, yang pernah menjadi yang terbesar di bumi Asia Selatan.

Jalan untuk itu akhirnya terbuka pada awal tahun 2008 yang lalu ketika seorang penerbang tempur, mantan Komandan Lanud Iswahjudi dan mantan Panglima Kohanudnas Marsda (Purn) F. Djoko Poerwoko berkenan mendukung dan membuka jalan untuk cita-cita kami.

Divisualkan oleh Sinang Aribowo, Rahman Ramadya, Mario Binsar, Akha Vardhana, Iwan Winarta, Andreas Sunarso, Ivan Gaudart, Nugroho, Peter Nur Asan dan Alex Sidharta, dan melalui perjalanan 13,5 jam dari Jakarta dan 7,5 jam dari Surabaya lewat jalan darat, melalui banyak goncangan dan “turbulensi”, disertai kekhawatiran akan terjadi kerusakan pada model-model tersebut, akhirnya sebanyak 38 model tahap pertama mencapai tujuannya : Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta.



Disana kami melakukan perbaikan, dokumentasi model, dan akhirnya penempatan tampilan akhir model di kotak display. Jadilah ruang display museum disulap menjadi workshop dan studio dadakan. Pembagian display model berdasar era-nya menjadikan ruangan itu menjadi tempat diskusi pula mengenai sejarah panjang TNI AU. Tanpa terasa semuanya kami kerjakan hingga jauh malam. Kepuasan mengalahkan rasa lelah, pegal, dan lapar karena bisa melihat model-kit yang berhasil kami dan rekan-rekan modeler lainnya buru, kumpulkan, dan buat dalam kurun waktu 2 tahun terakhir akhirnya bisa diwujudkan sebagai apresiasi kami kepada TNI AU.





Ke-38 model yang dipamerkan dan dapat dinikmati oleh pengunjung Museum mulai 29 Juli 2010, bertepatan dengan Hari Bhakti TNI-AU tersebut adalah :

- K5Y1 Churen
- Cukiu
- Avro Anson
- Ki-43 Hayabusha
- Ki-51 Guntei
- Sakae-Blenheim Mk.IV
- DC-3 Dakota RI-001
- Noorduyn Norseman
- Ki-48 Diponegoro
- Auster Mk.IV
- PBY-5A Catalina
- AT-16 Harvard
- P-51D Mustang
- B-25J Mitchell
- B-26B Invader
- Lavochkin La-11
- Tupolev Tu-2
- Mi-1/SM-1
- L-29 Delphin
- Mikoyan Guryevich MiG-15UTI
- Mikoyan Guryevich MiG-17PF
- Mikoyan Guryevich MiG-17F
- Mikoyan Guryevich MiG-19S
- Mikoyan Guryevich MiG-21F-13
- Tupolev Tu-16B/KS
- Ilyushin Il-28 Beagle
- C-130 Hercules
- T-34C Turbo Mentor
- Avon Sabre Ca-27 Mk.32
- Hughes 500C
- UH-1
- SA-330J Puma
- S-58T Twinpack / Codot
- F-16A Fighting Falcon
- Hawk Mk.109
- Hawk Mk.53
- F-5F Tiger II
- Su-27SK Flanker

Untuk mendukung pameran permanen ini, tersedia pula mini-catalog yang dapat dilihat di : http://issuu.com/sinangaribowo/docs/flyer_catalogu...





Kegiatan ini masih jauh dari selesai. Masih ada sekitar 50 model lagi yang akan ditambahkan sehingga seluruh pesawat dan helikopter yang pernah bertugas aktif di angkatan udara kita dapat tervisualisasikan seluruhnya. Untuk itu, apabila ada rekan-rekan yang berminat untuk berkontribusi aktif dalam kegiatan ini, silakan menghubungi Sdr. Rahman (rramadya@yahoo.com) atau Sdr. Alex (alexsidharta@gmail.com)

Tak lupa, kamipun mendapat dukungan besar terhadap kegiatan ini dari Andreas Pramaditya, R Setiawan dan Christianto EP. Juga Sinang, Rahman, Mario, Akha, Roland dan Alex sebagai anggota Panitia Persiapan Kegiatan.

Inilah persembahan sederhana kami, sekedar untuk berbagi dan membangkitan kembali semangat kecintaan terhadap kedirgantaraan Indonesia.

Tulisan oleh Alex
Foto oleh Akha, Mario
Displaying 1 to 5 of 97