Irwan
Posted May 24, 2009 by Irwan

Seperti biasa, ini mungkin bukan yang terbenar. Tapi karena mungkin teman-teman kesulitan menulisnya atau kekurangan waktu untuk membaginya dalam bentuk ulasan, saya coba berbagi sejauh apa yang saya ketahui dan saya pelajari agar ulasan sekitar tehnik drybrush dapat tersedia di situs ini. Bener tidaknya, silahkan ditanyakan pada rekan-rekan modelers yang lebih ahli dan lebih mumpuni dalam merakit. 


Sepintas Mengenai Drybrush
Pada dasarnya, drybrush bisa diartikan sebagai sapuan kering dari sisa-sisa cat di kuas ke media pengecatan (dalam hal ini model kit), dengan tujuan menempelkan sisa-sisa butiran cat yang tertinggal di kuas, agar menempel pada model kit.

Seperti istilahnya yang berarti kering, drybrush sendiri nyaris dapat dikatakan sapuan dari kuas yang kering. Hal tersebut dicapai biasanya dengan mengelap/mengeringkan kuas yang telah dicelupkan ke cat dengan bantuan kain atau tissue, sehingga kuas terlihat seperti kering dan tidak ada catnya, walaupun sebenarnya masih tersisa butir-butir cat pada kuas.

Kuas tersebut, secara perlahan dan berulang-ulang disapukan ke model kit sampai warna cat tersebut perlahan-lahan akan terlihat muncul di model kit. Tujuannya, tentu saja untuk dapat memberikan efek lebih detail dari kit-kit yang dibuat.

Tehnik ini, sering digunakan pada model armor atau figure, yang selain dapat menambahkan detil, tentu saja dengan perpaduan tehnik kombinasi warna, dapat memberikan nuansa yang lebih hidup dengan gradasi warna, efek cuaca, atau sekedar memberikan detil pada siku atau sudut-sudut dari kit, dll.


Yang terpenting dalam drybrushing ini (menurut saya) adalah kesabaran, karena proses dry brush ini tidak cepat terlihat, dan sebaiknya menunggu lapis per lapis kering, untuk melakukan proses dry brush selanjutnya.


Drybrush pada figure
Pertama-tama, figure yang telah ditempel dirapikan dari kelebihan-kelebihan plastik, atau sudut sudut molding kit yang masih tersisa dari model kit.



Kedua, figure tersebut saya bor pada bagian kaki, untuk pegangan agar memudahkan pengecatan. Lalu, figure yang telah dibolongi tersebut saya cuci dengan deterjen, agar tidak tersisa minyak dan kotoran lain agar cat dapat menempel sempurna.

Ketiga, pasang tusuk gigi sebagai pegangan sewaktu pengecatan.



Keempat, figure saya cat dengan warna dasar hitam, selain untuk menimbulkan efek bayangan atau efek gelap, kebetulan seragam figure tersebut juga rencananya saya cat dengan warna biru tua. Anda bisa bereksperimen dengan warna-warna lain untuk menampilkan efek bayangan tersebut sesuai dengan karakter figure yang mungkin Anda buat.



Kelima, setelah cat dasar mengering sempurna (sebaiknya ditinggal satu hari) Kuas yang kebetulan kalau di saya cocoknya yang bersifat flat, saya celupkan ke cat biru tua. Kuas tersebut, disapukan ke tissue berkali-kali hingga sepintas seperti tidak ada catnya. Kuas yang seperti kering tersebut pelan-pelan, dan berulang-ulang saya sapukan ke bagian seragam yang ingin saya tonjolkan warna biru tua-nya. Kalau Anda perhatikan, pada bagian kaki secara samar-samar terlihat bagian biru mulai menonjol.



Lakukan hal tersebut berulang-ulang secara lapis-per lapis setelah masing-masing lapisan tersebut kering. Secara perlahan, warna biru akan menonjol, dan bagian lekukan tetap meninggalkan warna hitam yang akhirnya seperti membentuk efek bayangan atau efek gelap pada kain.

 

Akhirnya, setelah beberapa waktu, figure British SAS tersebut dapat selesai dengan efek bayangan atau efek gelap pada seragam birunya. Walaupun mungkin ini bukan hasil kit yang baik, mudah-mudahan tips-tips tersebut dapat memberikan sedikit informasi mengenai drybrush.

Selamat merakit!

Comments
Irwan wrote at May 26, 2009
0 Votes

Hehehe, welcome back Mas.. Gimana skripsinya? bentar lagi selesai dunk? Happy

Sharing soal dioramanya inspiring banget Mas..
Pastinya menambah pengetahuan temen-temen disini, dan mudah-mudahan bisa membuat yang lain ikutan sharing juga.. Happy

Irwan
daniel prasetyo martopo wrote at May 25, 2009
0 Votes

@ om irwan:

kabar baik om...heheh..lama tak buka forum ini niy...hehehe...

sibuk skripsi n lagi membarengi hobi kit dengan hobi lama yaitu diecast...hehehe..

oia om, share untuk diorama saya sudah post di blog..memang masih agak belepotan..tapi, semoga bisa bermanfaat untuk rekan2 sekalian...

daniel prasetyo martopo
Irwan wrote at May 25, 2009
0 Votes

Mas Daniel apa kabaaar?

Mas red_death nama aslinya siapa? salam kenal..

Irwan
daniel prasetyo martopo wrote at May 25, 2009
0 Votes

thx for the share om...


daniel prasetyo martopo
Moh. Randy Ramadhan wrote at May 25, 2009
0 Votes

halo mas iwan..

 

wow.. keren euy,..

dapet juga ilmu nya...

 

terima kasih om..

 

top markotop dah.. 

Moh. Randy Ramadhan
Irwan wrote at May 25, 2009
0 Votes

@Mas Hogie: Abis kejar setoran Mas. Happy Soal pastel, terus terang saya belum coba. Logikanya bisa juga, mungkin lebih pekat yg pastel. Untuk drybrush, ujicobanya yg kontras dulu Mas. Misalnya dasarnya hitam, drybrushnya kuning.. Pasti lebih cepet terlihat dan ketemu slahnya.

@Mas Robert: Ada tulisan lain disini juga soal Drybrush Mas. Silahkan di search..

 

Irwan
robturbo007 wrote at May 25, 2009
0 Votes
Dapat lagi satu pelajaran, trims.
robturbo007
Hogie wrote at May 25, 2009
0 Votes
Halo mas Irwan, wah baru keliatan nih....,...

Teknik Dry Brushnya mas Irwan udah pernah saya praktekkan, tapi sampe sekarang terus terang saya belum ketemu selah yang enak (mungkin perlu experimen lebih banyak lagi), cuma sy mau tanya kalo pake pastel yang digosok-gosok di amplas lebih bagus mana mas...?
Hogie