Irwan's Blogs

Irwan
Membuat Model Kit ZU-23-4 Shilka
Posted June 22, 2009 by Irwan

model kit

Dulu sekali, pertama kali gw nonton Flight of The Intruder, gue penasaran sama senjata penangkis serangan udara yang berhasil menjatuhkan pesawat Amerika di film tersebut. Cari punya cari, rupanya anti aircraft canon yang digunakan Vietnam tersebut merupakan lansiran Rusia yang bernama ZSU-23 Shilka (ZSU: Zenitnaya Samokhodnaya Ustanovka)


Shilka


Baca punya baca, rupanya Shilka ini merupakan salah satu AA Gun (Anti Aircraft) yang sangat ditakuti pilot-pilot lawan kala itu. Ketakutan tersebut sangat beralasan, karena pada era tersebut, teknologi radar yang digunakan di Shilka sangat jauh mendahului teknologi yang digunakan negara-negara NATO tahun 60-70-an.

Walaupun saat ini mungkin teknologi Shilka sudah tertinggal ketimbang generasi penerus SPAAG Rusia seperti Tunguska atau Pantsir, ZSU-23 Shilka ini mencatat banyak prestasi di Perang Yom Kippur (1973), Konflik Arab-Israel, Perang Iran-Irak (1980-1988), Perang Teluk (1990), bahkan di Perang Irak (2003).


Akhirnya, gw jadi pengen bikin ZSU-23 Shilka ini, dengan versi yang digunakan Irak di Perang Irak (Operation Iraqi Freedom (OIF)), dimana dari foto-foto yang gw kumpulin dari internet. Kamuflasenya termasuk yang gw senengin (alias nggak loreng) <g>

Nyari kit-nya lumayan susah. Mungkin karena bukan jenis populer, dan nggak pas waktu pingin belinya. Kit tersebut nggak gw peroleh di toko-toko kit yang ada di Jakarta. Alhasil, kit tersebut; Dragon ZSU-23-4V1 Shilka skala 1:35 sukses gw pesen via internet, dengan harga lebih tinggi karena ongkos kirim yang terasa mahal untuk sebuah kit.

Whatever.</g>


ZSU-23-4V1


Buru-buru gw rakit kit tersebut, yang prosesnya cukup lama juga karena tracknya terbuat dari plastik dan bukan dari karet sehingga harus dipasang dan ditempel satu-persatu. Alias track-per-track!! Alamaaaak!

Kit selesai dipasang, gw cat seluruh bodynya dengan warna hitam. Rencananya memang pingin dibuat ada paint chippingnya. Atau ada cat-cat yang terkelupas selain efek karatan. Hal tersebut kata buku memang biasa terlihat di armor-armor milik Irak yang katanya biasa beroperasi lama di padang pasir, jauh dari markas, dan jarang maintenance.

Setelah cat dasar selesai, bagian-bagian yang ingin dibuat efek paint chipping ditutup acak menggunakan Gunze Masking Sol. Setelah masking cair mengering, kit dilaburi cat warna Buff dari Tamiya.

Kemudian kit didiamkan setengah hari dan cat dianggap cukup menempel baik, bagian-bagian yang tertutup masking diangkat acak  menggunakan tusuk gigi agar tercipta efek sobekan cat. Lalu, masih menggunakan tusuk gigi, badan tank dibaret-baret untuk menampilkan efek gesekan pada body atau turetnya.

Setelah itu, dengan menggunakan tetesan cat berwarna karat yang sangat encer (kebetulan pakai cat langsung jadi dengan warna Rust keluaran Gunze) beberapa bagian ditetesi warna tersebut. Kemudian, untuk menampilkan efek karat karena air hujan yang mengalir, dibantu kuas disapukan warna yang sama dari atas ke bawah pada bagian-bagian tertentu.

Setelah ditinggal sehari, dan semuanya dianggap kering. kit Dragon ZSu-23-4 Shilka ini dilindungi dengan cat bening (clear) yang sifatnya dull/doff. Disini gw menggunakan Flat Clear keluaran Gunze.

Lalu, untuk menampilkan sudut-sudut atau paku kelingnya. Bagian-bagian tersebut di dry brush bergantian menggunakan warna khaki dan gun metal. Begitu pula detil bagian rantai yang di drybrush dengan warna silver pada bagian-bagian tertentu.

Proses detil berikutnya adalah mewarnai tabung pemadam, sensor, lampu, sekop dan rantai.

Bener nggak bener, bagus nggak bagus, akhirnya jadilah Iraqi ZSU-23 Shilka yang gw idamkan..

anti aircraft

dragon

Irwan HideOut




Buat gw sendiri, mungkin ini sebenernya lebih jadi contoh yang kurang sukses dari pembuatan model kit. Mbuatnya susah karena kitnya kurang presisi, ribet dempul, modifikasi pakai pla plate, nyampur cat, sampe mencoba membuat decalnya sendiri.

Tapi ini gw coba share disini, sebagai pengalaman dan juga mungkin sebagai inspirasi biar temen-temen juga mau mencoba, berkreasi dan juga menuliskan pengalamannya disini.

Ceritanya gw kepincut sama BTR-50 dan BMP-2-nya Marinirnya kita, sejak gw ngerasain kedua APC/AFV tersebut di Karang Pilang Surabaya medio 2002.

Trus, penasaran, gw hunting kitnya kesana kemari. Beruntung. Seri BMP tersedia dipasaran dengan merk Revell atau Zvezda.

Masalahnya, BTR-50 ini termasuk yang nggak ada kit-nya nih!!

Hunting punya hunting, ternyata seri BTR-50 pernah dibuat oleh fabrikan Glencoe dari Amrik sono. Walaupun beberapa review di internet menyebutkan seri kit ini amburadul, tapi tidak menyurutkan gw untuk nyari kit tersebut.

Glencoe BTR-50

Hasil berburu di eBay, ketemu juga si Glencoe BTR-50 ini. Nggak banyak mikir, buru-buru gw pesen kitnya.

Sesampainya di laut, kukabarkan semuanya.. kepada karang, kepada ombak, kepada matahariiii... <g>
Hehehe, yang muda-muda mungkin nggak ngeh kalo gw coba ngelawak garing pake cuplikan lagu Ebiet G. Ade ya?
Hiks..

Review soal kitnya? yaa.. jauh dari bagus. Cetakannya tidak terlalu detail, partsnya juga butuh banyak kerjaan tambahan karena buruknya cetakan (alias sampai plastik lebihannya kebanyakan). Parts-nya sendiri, nggak lebih dari 50 bagian. Manualnya juga nggak lebih dari 4 (empat) step/langkah pembuatan. Yah, bukan barang yang bagus-bagus amat sih.</g>



Ini contoh sprue dan parts-nya.. kusut abissss...

Masalah pertama muncull.. Setelah liat kitnya. Gw nyari gambar BTR-50 marinir kesana kemari. Ternyata serinya bedaaaaa...



Kit-nya BTR-50 standard, sedangkan (CMIIW) yang kita pakai BTR-50PM.

Detil aslinya gw kurang tau, tapi sepintas, BTR-50 Marinir kita ini atasnya tertutup, sedangkan kitnya plong terbuka. Lalu, ada beberapa bagian berbeda dibagian depan, belakang, dan samping. Yang detil-detil namanya, gw juga kurang paham.

Tapi ya, nekad aja deh, gw buat. Gw cuma pengen liat BTR-50 ini dalam skala kecilnya.

Artinya, gw butuh extra job untuk bikin penutup atasnya. Samar-samar berdasarkan gambar yg punya, sembarang aja gw coba buat penutupnya dari Tamiya Pla Plate. Dibantu dengan Tamiya Putty untuk nutup bagian-bagian potongan. Gw juga minta bantuan pensil bekas untuk dipotong agar jadi pipa/silinder di sebelah kiri. Sementara, untuk tempat antene, gw minta bantuan sedotan bekas untuk jadi silindernya.




Setelah urusan plaplate selesai, gw siram sama primer. Lalu mulai dikerjakan sedikit-sedikit detil-detil lainnya.

Sambil nunggu, gw kerjain bagian rantainya. Kalo liat fotonya, rantainya nggak sama persis dengan yg BTR kita. Tapi it's okelaaah, ketimbang nggak ada sama sekali.



Primernya kering (aslinya sih gw diemin seharian) besoknya baru dimulai dengan cat dasar hijau dan mencoba meneruskannya dengan cat coklat. Sayangnya, penggunaan airbrush cukup sulit pada kamuflase ini. Nggak sukses pakai masking, nggak sabar pingin cepet liat jadinya, akhirnya warna-warna berikutnya diteruskan pakai kuas.



Lorengnya jadi, gw terusin pasang rante, dan mencetak decalnya. Tulisannya gw buat dari tulisan biasa, pakai font Arial Black. Sedangkan logonya digambar ulang. Kuda-nya minjem logo Mustang, dan ditambah putih dikit.


Bagian rantai, gw lem ke ban-nya untuk mencoba memberikan efek berat dari rantai besi yang menggantung karena berat. Dibantu sobekan kertas tissue, rantai ditempel ke ban pada posisi yang diinginkan.

Untuk decal, karena dicetak di decal bening (clear paper), warna kuningnya kurang terlihat. Akhirnya, untuk bagian logo bener-bener gw cetak dikertas biasa dan ditempelin pake lem kertas ke model kitnya. Hihihi..

Dari awal, gw cukup sadar kalo ini termasuk proyek nekadzzz. Jadi, mungkin hasilnya juga cukup nekads..

model kit BTR-50 Marinir

Walau mungkin ngecatnya masih nggak rapi, warna nggak terlalu ngepas, logo nggak terlalu bener, detil nggak terlalu sama, atau dan lain-lainnya, ya beginilah jadinya.

Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi.

Irwan
F-15 Air Combat Video
Posted March 10, 2009 by Irwan

Irwan
Red Arrow Aerobatic at RIAT 2002
Posted March 10, 2009 by Irwan

Irwan
Yang bikin Males
Posted November 16, 2008 by Irwan
Berhubung bagian blog ini sering kosong alias jarang yg ngisi, ane ngember aja disini deh..

Kebetulan beberapa waktu lalu saya coba pesen beberapa diecast (??) figure keluaran Can.Do (Dragon??) Pocket Army yg skala-nya 1/35.

Figure tersebut terdiri dari beberapa seri, ada seri Tiger Ace Normandy 1944, Panzer Grenadeiers Kharkov 1943, Wehrmacht Infantry Barbarossa 1941, dll. Tiap seri tersebut rata-rata memiliki 4 pose atau posisi figur. Rese-nya, semua memiliki bungkus yang sama, dan tidak bisa tahu apa isi didalamnya. Artinya, figure-figure tersebut mbelinya seperti mbeli kucing dalam karung alias nggak bisa liat isinya kita mau yang mana.

Berhubung penasaran, saya coba pesan beberapa dari internet (dari eBay tepatnya). Ternyata, nggak sampai 2 minggu, paket-paket tersebut sudah datang. Dan ternyata lagi...

Figure-figure tersebut realistik dan rapi sekali..

Dalam kemasannya biasanya sudah ada base stand, senjata dan figurenya. Rata-rata kelengkapan tentara yg biasa dibawa seperti tempat minum, magazine pouch, dll, sudah menempel di figurenya. Tapi senjatanya biasanya masih terlepas.

Figurenya sepertinya terbuat dari plastik yang lentur, tidak seperti model kit yag plastiknya keras. Figure ini masih sedikit fleksibel waktu menyelip-nyelipkan senjata di tangan atau di ketiaknya..

Lumayan racun yg bikin males nge-kit nih..

Mengingat skala-nya juga 1:35 yang lumayan kecilnya..

Soal figurenya.. silahkan menilai sendiri..

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Displaying 1 to 5 of 7