Bagi kita modeler, tentu tak asing lagi dengan produk aftermarket yang namanya Resin. Penulis tidak tau persis terbuat dari apa dan bagaimana membuat resin itu, yang pasti ribet 'kali yee...
Tapi tidak dipungkiri kehadiran resin membuat kit kita menjadi lebih "hidup", lebih detil atau apalah istilahnya.
Penulis telah beberapa kali mencoba bergumul dengan yang namanya resin (pinginnya sih dengan Maria Ozawa atau Haruka Itoh atau May Haruka, tapi apa daya duit tak mampu... ah ngga usah diterusin yak, ngelantur). Pada awalnya memang agak repot, mesti potong sana potong sini, amplas sana-amplas sini, dry fitting (aduuuh pusiiiiing).
Tapi seperti kata pepatah, "Tiada rotan, Ra'am Punjabi" (????) oh salah!!! Yang benar "Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian" dalam arti memang awalnya kita harus repot dulu, tapi pada akhirnya, kit kita akan terlihat lebih patenn!!!
Bagi sebagian teman-teman mungkin ada yang menganggap resin ini sebagai momok dan harus dijauhi sebisa mungkin. Sebenarnya tidak, justru resin bisa dijadikan tantangan (Bukan rantangan Bos. Kalo rantangan gue juga doyan) atau bahkan jadi ilmu tambahan buat modal kita untuk melangkah lebih jauh didunia per-modelkit-an.
Demikian, semoga membantu, dan untuk membuat Anda lebih tertarik dalam mencoba berkutat dengan resin ini, saya sertakan beberapa foto aftermarket cockpit resin set untuk F-16C dan F-4J Phantom II, untuk membuktikan teori yang saya utarakan sebelumnya. Selamat Mencoba : )
Tags: Resin